Sabtu, 20 Desember 2014

Materi 10 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


     Untuk membahas tanggung jawab social perusahaan yang biasa disebut corporate social responsibility maka kita perlu mengerti tentang makna dari korporasi itu sendiri. 
     Coorporation atau korporasi dimengerti sebagai perusahaan, khususnya perusahaan besar. Tetapi artinya adalah lebih luas yakni badan hukum.
    Awalnya korporasi ini bukanlah organisasi pencari laba. Tetapi dalam perkembangannya menjadi organisasi bisnis. 
     Saat ini ada perusahaan nirlaba dan perusahaan for profit.

Psl 1. Tanggung jawab legal dan tanggung jawab moral perusahaan.

Karena merupakan badan hukum, perusahaan  mempunyai banyak hak dan kewajiban legal seperti halnya yang dimiliki juga oleh manusia perorangan dewasa, seperti menuntut di pengadilan, dituntut di pengadilan , mempunyai milik, mengadakan kontrak dll. 
Seperti  subyek hukum yang biasa ( manusia perorangan ) perusahaan pun harus mentaati peraturan hukum dan harus memenuhi hukumannya, bila terjadi pelanggaran, pendeknya ia mempunyai tanggung jawab legal.

Tentang status legalnya perusahaan ini, sepertinya ia merupakan makhluk yang unik. Hakim agung Amerika, Marshal, pada 1819  mengatakan bahwa suatu korporasi adalah suatu makhluk buatan, tidak kelihatan, tidak berwujud dan hanya berada di mata hukum. Karena semata mata merupakan ciptaan hukum, ia hanya memiliki ciri ciri yang oleh akte pendiriannya diberikan kepadanya.
Lalu apakah perusahaan mempunyai tanggung jawab moral ? supaya mempunyai tanggung jawab moral , perusahaan perlu berstatus moral atau dengan kata lain perlu merupakan pelaku moral. 
Pelaku moral ( moral agent ) bisa melakukan perbuatan yang kita beri kualifikasi etis atau tidak etis.

Psl. 2. pandangan Milton Friedman tentang tanggung jawab social perusahaan.

Modal milik pribadi boleh saja dipakai untuk tujuan tujuan social , tetapi jika manajer memakai modal perusahaan untuk itu, ia merugikan para pemilik. 
Jadi tangung jawab social boleh saja dijalankan oleh para manajer secara pribadi, seperti  juga semua orang lain, tetapi sebagai manajer perusahaan mereka mewakili para pemegang saham dan karena itu tanggung jawab mereka adalah mengutamakan kepentingan mereka, yaitu memperoleh keuntungan sebanyak mungkin.

Jika para manajer perusahaan menjalankan tanggung jawab social atas nama perusahaan dengan memerangi kemiskinan , umpamanya, mereka sebenarnya memungut pajak dari pemilik perusahaan dan serentak juga menentukan bagaimana dana pajak itu akan dipakai. 
Nah , mengumpulkan pajak dan memutuskan pemakaian uang pajak adalah tugas tugas pemerintahan. Jadi dengan mempraktekkan tanggung jawab social semacam itu para manajer menyalahgunakan posisi mereka.

Psl. 3. Tanggung Jawab Ekonomi dan tanggung jawab social.

Bisnis selalu memiliki dua tanggung jawab yaitu : tanggung jawab ekonomis dan tanggung jawab social.
Dalam perusahaan Negara (BUMN) dua tanggung jawab itu tidak dapat dipisahkan. Sering terjadi sebuah perusahaan Negara merugi bertahun tahun lamanya, tetapi kegiatannya dibiarkan berlangsung terus, karena suatu alasan non ekonomis, misalnya karena perusahaan itu dinilai penting untuk kesempatan kerja di suatu daerah.

Perusahaan swasta tidak mempunyai jalan keluar empuk seperti ini kalau mengalami kerugian. Kelangsungan usahanya seluruhnya terletak dalam tangannya sendiri. Jika mengalami deficit untuk periode lama, mau tidak mau perusahaan swasta harus ditutup. 
Disinilah letaknya tanggung jawab ekonomis sebuah perusahaan. Ia harus berusaha agar kinerja ekonomisnya selalu baik.  Dalam kapitalisme liberalistis tanggung jawab ekonomis itu dilihat sebagai profit maximization atau mendapat untung sebesar mungkin.

Tanggung jawab social perusahaan adalah tanggung jawabnya terhadap masyarakat diluar tanggung jawab ekonomis. Jika kita berbicara tentang tanggung jawab social perusahan kita maksudkan kegiatan kegiatan yang dilakukan perusahaan demi suatu tujuan social dengan tidak memperhitungkan untung atau rugi secara ekonomis. 
Hal itu bisa terjadi dengan dua cara yaitu : positif atau negative.

Secara positif : perusahaan bisa melakukan kegiatan yang tidak membawa keuntungan ekonomis dan semata mata dilangsungkan demi kesejahteraan masyarakat atau salah satu kelompok di dalamnya.

Secara negative : perusahaan bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan kegiatan tertentu , yang sebenarnya menguntungkan dari segi bisnis , tetapi akan merugikan masyarakat atau sebagian masyarakat.

Psl. 4. Kinerja social perusahaan.

Jika kita menyimak sejarah industry, memang ada pengusaha pengusaha besar yang memperoleh nama harum bukan saja karena keberhasilan di bidang bisnis tetapi juga sebagai filantrop.

Mereka mempraktekkan filantropi terhadap karyawan mereka sendiri dan terhadap masyarakat luas. Carnegie, umpamanya, membantu banyak lembaga pendidikan dan mendirikan lebih dari 2800 perpustakaan umum. Boleh dicatat lagi, Carnegie malah melihat berbuat baik sebagai kewajiban  semua orang kaya. Menurut dia, kelebihan pendapatan dipercayakan kepada orang kaya untuk berbuat baik kepada sesama yang berkekurangan. Kekayaan hanya merupakan trust funds, dana yang dipercayakan kepadanya untuk membantu orang miskin.
Kini   upaya meningkatkan citra perusahaan dengan mempraktekkan karya amal disebut : corporate social performance, kinerja social perusahaan.
 Perusahaan tidak saja mempunyai kinerja ekonomis, tetapi juga kinerja social.
Tujuan terakhir kinerja social adalah mengamankan perolehan untung. Dalam bahasa inggris disebut : doing well by doing good.


oooo

Materi 9 PERIKLANAN DAN ETIKA


Periklanan atau reklame adalah bagian yang tak terpisahkan dari bisnis modern. Kenyataan ini berkaitan erat dengan cara berproduksi industry modern yang menghasilkan produk produk dalam kuantitas besar sehingga harus mencari pembeli.
Dari segi ekonomi dipertanyakan apakah periklanan – sebagaimana dipraktekkan sekarang ini dan menghabiskan biaya besar sekali – pada dasarnya  merupakan pemborosan saja, karena tidak menambah sesuatu pada produk dan tidak meningkatkan kegunaan bagi konsumen. Bahkan harus dikatakan, biaya luar biasa besar itu pada akhirnya dibebankan pada konsumen.
Secara konteks sosio-kultural, pada umumnya periklanan tidak mendidik, tetapi sebaliknya justru menyebar luaskan selera yang rendah.
Bahwa bisnis periklanan memamerkan suatu suasana hedonistis dan materialistic. Dengan kata lain periklanan dilatarbelakangi suatu ideology tersembunyi yang tidak sehat, yaitu ideology konsumerisme atau apapun nama yang ingin kita pilih untuk itu.

Psl 1. Fungsi Periklanan.

Dalam buku manajemen, iklan dipandang sebagai upaya komunikasi.
Tetapi seluruh konteks buku manajemen menunjukkan bahwa proses komunikasi itu diadakan dalam rangka promosi. Secara eksplisit berbicara tentang usaha mempengaruhi tingkah laku konsumen atau tema sejenis.
Periklanan dapat dibedakan dua fungsi yaitu : fungsi informasi dan fungsi persuasive.
Tercampurnya unsur informasi dan unsur persuasive dalam periklanan membuat penilaian etis terhadapnya menjadi lebih kompleks. Seandainya iklan semata mata informative atau semata mata persuasive tugas etika disini bisa menjadi lebih mudah. Tetapi kenyataannya tidak demikian, dengan akibat bahwa etika harus bernuansa dalam menghadapi aspek aspek etis dari periklanan.

Psl 2. Periklanan dan Kebenaran.

Pada umumnya periklanan tidak mempunyai reputasi baik sebagai pelindung atau pejuang kebenaran. Sebaliknya kerap kali iklan terkesan suka membohongi, menyesatkan dan bahkan menipu public.
Periklanan hampir apriori disamakan dengan tidak bisa dipercaya. Tentu saja , pembohongan, penyesatan, dan penipuan merupakan perbuatan yang sekurang kurangnya prima facie – tidak etis * ( Kees Bertens ).

Psl 3. Manipulasi dalam periklanan.

Masalah kebenaran terutama berkaitan dengan segi informative dari iklan ( tapi tidak secara eksklusif ) sedangkan masalah manipulasi terutama berkaitan dengan segi persuasive dari iklan ( tapi tidak terlepas juga dari segi informatifnya ). 
 Dengan manipulasi kita maksudkan mempengaruhi kemauan orang lain sedemikian rupa sehingga ia menghendaki atau menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak dipilih oleh orang itu sendiri.
Selain itu periklanan manipulative adalah iklan yang ditujukan kepada anak. Iklan seperti itupun harus dianggap kurang etis, karena anak belum bisa mengambil keputusan dengan bebas dan sangat sensitive terhadap pengaruh dari luar.

Psl 4. Pengontrolan terhadap iklan.

1.   Kontrol oleh pemerintah. Dimana pemerintah harus melindungi masyarakat konsumen terhadap keganasan periklanan.
2.   Kontrol oleh para pengiklan. Cara ini yang paling ampuh yaitu dengan cara self regulation yaitu pengaturan diri oleh dunia periklanan itu sendiri.
3.   Kontrol oleh masyarakat , masyarakat melalui lembaga lembaga konsumen mengadakan pengawasan terhadap periklanan.

Selain dari itu untuk menjaga batas batas etika melalui pengontrolan iklan di media massa yaitu dengan menilai iklan itu sendiri dan memberikan penghargaan terhadap iklan yang memenuhi norma norma etis.

Psl 5. Penilaian etis terhadap iklan.

Kita memandang empat factor  berikut yang selalu harus dipertimbangkan dalam menerapkan prinsip etik yaitu : maksud iklan, isi iklan, keadaan public yang dituju, dan kebiasaan di bidang periklanan.
1.   Maksud si pengiklan. : jika maksud si pengiklan tidak baik maka dengan sendirinya moralitas iklan itu menjadi tidak baik juga.
2.   Isi iklan : isi iklan harus benar dan tidak boleh mengandung unsur yang menyesatkan, seperti misalnya iklan obat di televisi yang pura pura ditayangkan oleh tenaga medis yang memakai baju putih dan stetoskop.
3.   Keadaan public yang dituju : kita sudah berkenalan dengan pepatah romawi : caveat emptor. Hendaklah si pembeli berhati hati. Keganasan periklanan harus diimbangi dengan sikap kritis public.
4.   Kebiasaan di bidang periklanan : sudah ada aturan main yang disepakati secara implicit atau eksplisit dan yang sering kali tidak dapat dipisahkan dari etos yang menandai masyarakat itu

oooo

Jumat, 24 Oktober 2014

Selasa, 27 Mei 2014

Materi Kuliah Kewirausahaan

Pada kesempatan ini Penulis ingin membagikan tentang materi kuliah yang penulis buat di UPI YPTK Padang untuk mata kuliah Kewirausahaan. Bagi mahasiswa S-1 Manajemen (M-1, M-2 dan M-3) agar dapat mengunduh melalui tautan ini.

Materi Kuliah Perbankan

Kepada Mahasiswa UPI YPTK
Kelas S-1 Akuntansi

Agar mendownload materi kuliah ini. dan tautan ini

Demikian Agar dapat dimaklumi

Ttd.

Drs. Dasri Munir, M.M.

Minggu, 27 Oktober 2013

materi kuliah bank dan lembaga keuangan lain dan kewirausahaan

kepada
mahasiswa kelas A1 dan A 2 Akuntansi fakultas ekonomi
upi yptk
padang

PENGUMUMAN

assalamu'alaikum wrwb.,

bersama ini saya sampaikan bahwa berhubung saya kesulitan memasukkan power point ke blog ini maka saya mohon kiranya ada perwakilan kelompok yang mengirim email ke alamat saya :

dasril1254@gmail.com

agar dapat saya kirimkan materi kuliahnya ke alamat email sdr dan dimohon untuk memberikan copynya kepada rekan rekan.

saya tunggu email sdr.
terima kasih
sawahlunto, 27 oktober 2013
wassalam
dasril munir